Kursus buat scholarship, beasiswa, etc.. Februari 15, 2009
Posted by GuZz-LeoN in Uncategorized.Tags: a level, asean, beasiswa, cambridge, indonesia, kursus, les, luar negeri, monbukagakusho, o level, overseas, scholarship, singapore, singapura, sma, smp, surabaya
add a comment
IndoCommZ Tuition Centre (Surabaya dan sekitarnya) menerima murid2 mulai Maret 2009 utk anak2 SMP/SMA yang berminat utk mendapatkan beasiswa ke luar negeri spt:
1. ASEAN Scholarship (utk SMP+SMA) ke Singapore
2. School-based scholarship (utk SMP) ke Singapore
3. Monbukagakusho Scholarship (utk SMA) ke Jepang
dan beasiswa2 laen-laennya dll dkk..
Juga menerima murid2 yg berminat mengikuti ujian Cambridge ‘O’ dan ‘A’ Level.
Sekaligus membantu pengurusan beasiswa tersebut di atas. Qualified tutor dgn pengalaman internasional. Hubungi: guzz.leon@gmail.com
Sebuah Motivasi utk Melihat ke Dalam.. Februari 11, 2009
Posted by GuZz-LeoN in Uncategorized.add a comment
Di masa skrg ini yg serba cepat, serba superficial, sering kita dengar orang2 yg mengeluh macam2, mulai dari kondisi yg kurang mendukung, pekerjaan yg tdk pernah beres, masalah yg terus menerus datang, orang sekitar yg tdk mendukung, teman yg saling menjatuhkan, pokoknya macem2.. Dan kebanyakan diantaranya sering berakhir dgn melemparkan masalah pada orang lain.. Ini karena si A, itu karena si B… Jadi, meminjam istilah bernuansa politis – ABS – ‘asal bukan saya’ yang salah.. Karena pada dasarnya manusia itu egois, self-centred, cenderung berpusat pada dirinya sndiri, akibatnya segala macam permasalahan selalu dilihat lewat kacamata pribadi.. Menurut saya, pendapat saya, pada dasarnya saya sndirilah yang paling benar.. Apa betul begitu? Ada baiknya kita tinjau sejenak satu cerita anekdotal berikut yang ckp inspirasional, penulis dengar dari satu radio swasta di Surabaya..
Alkisah sepasang suami-istri hidup berdampingan di sebuah rumah. Sang suami selalu mengeluh kalau istrinya sudah berkurang pendengarannya, sudah hampir tuli, ‘kopoken’ istilahnya.. Jadi kalo mau dipanggil, susahnya setengah mati. Si suami mesti berteriak2 meskipun jarak di antara mereka kurang dari 5 meter. Si suami yang tdk tahan, segera mengunjungi salah satu ahli THT di dekat situ. Suami ini menceritakan masalah istrinya kepada dokter THT. Si dokter bilang pada si suami: ‘Kalo begitu, coba lakukan tes pendengaran berikut ini utk mengetahui tingkat pendengaran istri anda.. Baru, setelah itu bisa saya putuskan tindakan apa yg bs diambil. Pertama2 coba berdiri dari jarak 10 meter, berteriaklah pada istri anda. Jika masih tidak dengar, kurangi jaraknya, kmudian lakukan trus langkah2 ini sampai istri anda mampu mendengar teriakan anda.’ Segera pulanglah si suami mencoba tes yang dianjurkan dokter tadi. Dia berteriak: ‘Bu, makan apa kita malam ini?’ dari jarak 10 meter. Tidak ada jawaban. Dia kembali berteriak pada jarak 8 meter, kemudian pada jarak 5 meter dan 3 meter, tetap tidak ada jawaban.. Sampai akhirnya dia berdiri di sebelah istrinya, kemudian kembali berteriak: ‘Bu, makan apa kita malam ini?’ Segera dia mendengar suara istrinya berteriak: ‘Untuk kelima kalinya ya Pak saya berteriak, malam ini kita makan kambing guling!’ Istrinya mengakui kalau dia malu membawa suaminya ke dokter THT.
Jadi, skrg siapa yang salah? Adalah sifat dasar manusia untuk selalu menyalahkan orang lain. Mudah sekali bagi seseorang utk melihat kesalahan kecil pada orang lain, tp mencari berbagai pembenaran utk setiap tindakan kita sndiri.. alhasil peribahasa: ‘kuman di seberang lautan tampak, tapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan’. Ada baiknya mulai dari skrg kita lebih bnyk melihat ke dalam.. Kadang masalah terjadi bukan karena sekitar kita, tp lebih karena kita sndiri.. Dengan memperbaiki diri kita sndiri, niscaya hidup kita akan menjadi lbih baik.. karena pada dasarnya manusia perlu terus belajar, terus memperbaharui diri kita sndiri – dengan melakukan kesalahan, sadar, dan berusaha memperbaiki, bukan dengan menyalahkan orang lain.. Meminjam quote dari mama: ‘orang yang selalu menyalahkan orang lain, sampe matipun tidak akan pernah pinter, tidak akan pernah berhasil.. Dalam setiap kejadian, selalu diri kita dulu yang salah, baru orang lain..’
Mari kita sama2 belajar utk lebih banyak ‘bercermin’, lebih banyak belajar menjadi manusia yang lebih baik..
-GBU-