Tentang Anime dan sebagian dari Japanese culture.. Juni 5, 2008
Posted by GuZz-LeoN in Uncategorized.1 comment so far
Well, krn satu dan laen hal, belakangan ini (at least bbrp bulan terakhir) aku develop satu hobby+interest baru, i.e. nonton anime.. Sbnrnya ckp sulit dijelaskan knp anime bs bgitu interesting buat aku.. Anime sndiri kalo kita liat sudah menjadi satu force yg menjadikan Jepang sebagai pusat ‘pop-culture’ di dunia. Influence-nya bs kita perhatikan dari berbagai aspek, mulai dari sosial-politik sampe ke culture internasional, mulai dari Jepang sendiri sampe ke Western country… Tp sbnrnya knp anime bs sebegitu populer/ interesting di kalangan berbagai usia, berbagai ras, dan berbagai suku bangsa?
Cukup sulit untuk menjawab semua pertanyaan diatas dgn satisfactory, tp disini aku coba share bbrp perspektif berdasarkan pengalaman2 + observation2 pribadi..
Anime sndiri sbnrnya merupakan suatu term yg cukup ambiguous.. Sejarah anime dimulai dari awal abad ke-20 dimana beberapa orang Jepang yg ckp kreatif memulai eksplorasi ttg animasi yg juga pada saat bersamaan berkembang di bbrp negara spt US, Prancis, etc.. Dan, spt layaknya orang Jepang, apa yg dilakukan hampir pasti berhasil, dan apa yg kita liat skrg adalah bukti yg jelas.. bgmn anime berkembang sbg industri dgn profit multi-million dollars, bersama2 dgn counterpart-nya, manga.. Tdk ada definisi yg ckp pasti ttg term ‘anime’ itu sndiri.. Generasi2 yg lbh tua dan tradisional cenderung meng-identikkan anime dgn smua film animasi yg biasa kt liat di media massa, generasi yg lbh modern mengasosiasikan anime dgn smua animasi yg murni berasal dr Jepang.. Permasalahan ini bkn hny sekedar masalah dalam etymology, penggunaan kata2, tp trus menjerumus ke masalah ttg perspektif+ pendapat yg salah dan kurang informed..
Banyak generasi yg lbh tua, spt yg kita bisa liat di bbg forum di internet misalnya, cenderung mengkhawatirkan anime sbg suatu influence yg buruk.. Bahwa anime bs menyebabkan seseorang ketagihan, menelantarkan sekolah, irasional, anti-sosial dan lain sbagainya sudah rahasia umum yg blum tentu betul… Pendapat2 yg kurang informed, seakan2 anime itu isinya hanya tdk lebih dari cerita tdk berbobot yg dihiasi elemen2 erotik utk fan-service disana-sini, cenderung membuat anime krg begitu diterima di kalangan yg lebih konservatif.. Salah satu instansi terkait Malaysia bbrp waktu terakhir ini malah menyetarakan anime dengan sesuatu yg berbau pornografi, yg tentu saja langsung diprotes kalangan pencinta anime. Kurangnya edukasi atas pengaruh anime dalam society menyebabkan kekhawatiran bnyk orang tua; ‘anime berbahaya, tp internet aman2 saja’, sungguh ironis..
Kembali lagi pada influence anime itu sendiri pada modern society… Kita lihat sebegitu pervasive-nya anime dan related culture-nya dlm global culture. Mulai dari club anime, game yg diadaptasi dari anime, film yg diadaptasi dr anime, fashion bergaya karakter anime, cosplay, sampe gaya rambut anime.. Tanpa disadari, di era globalisasi ini, culture cenderung evolve, satu negara mengadaptasi negara lain.. Aku sendiri melihat anime ini sebagai satu hal yg cukup fenomenal.. Sebagai salah satu bentuk art yg widely-known ‘n ckp universal, style anime yg distinctive jelas dikenal bnyk orang.. Bbrp instansi di Jepang, mulai dari angkatan darat, tentara, polisi sampe instansi pos memakai simbol karakter bergaya ‘anime’; Ex-perdana mentri Jepang, Shinzo Abe, bahkan menekankan anime sebagai pemersatu dunia, sebagai alat untuk membuat Jepang lbh diterima lagi di kancah internasional.. Mengagumkan! Sampe2, anime ada hubungannya dgn dunia politik..
Bnyk lagi fenomena2 yg terjadi karena perkembangan anime yg begitu pesat. Coba tengok JLPT alias Japanese Language Proficiency Test yg dilaksanakan di seluruh dunia utk memenuhi demand orang-orang utk bljr bahasa Jepang.. Menurut berbagai penelitian, demand utk JLPT, studi di Jepang, atau major di Japanese Language sedikit banyak due to pengaruh culture-culture Jepang, anime salah satunya.. Ckp menarik.. Western culture ckp bnyk terpengaruh oleh Jepang sebagai akibatnya.. muncul banyak scholar di bidang Jepang, muncul bnyak interest terhadap Jepang, simply krn terdorong oleh anime, manga, atau popular culture Jepang pd umumnya.. Boleh dikatakan Jepang berpengaruh besar dlm dunia popular culture internasional, mulai dari game, anime, manga, fashion, songs, dll.. dkk.
Dari sisi ekonomi pun, anime sndiri ckp influential. Sebegitu pesatnya perkembangan industri anime komersial, pada tahun 90-an industri anime di luar Jepang sndiri worth lebih dari USD4 billion! Entah brp besar nilainya skarang.. Kita lihat anime berkembang pesat luar biasa karena pengaruh internet; Dari sisi sebaliknya, dunia internet sendiri jg diperkaya dgn pesatnya perkembangan anime.. Salah satu website yg berhubungan dgn culture Jepang mencatat huge improvement dlm internet advertising, terdorong oleh perkembangan anime, sebesar lebih dari 100 billion yen di Jepang.. Dari sisi yg lebih gelap, kita melihat fenomena fan-subbing yg muncul karena translasi anime oleh grup2 tertentu.. Intensi awalnya boleh baik : menyebarluaskan anime ke sluruh dunia lewat internet. Bandai secara personal mengucapkan terima kasih pada bbrp fan-subbing group atas jasanya menyebarkan ‘The Melancholy of Haruhi Suzumiya’ ke sluruh dunia.. Tp, slalu saja ada sisi laen dari sgala sesuatu.. Tengok saja torrent dan anda pasti mengerti maksudnya.. Penyebarluasan copyrighted material spt ini dipertanyakand ari segi etis. Sumber lain menyebutkan kerugian besar perusahan2 anime besar akibat perbuatan spt ini.. Salah satu majalah anime di Singapura bahkan melaporkan perusahaan2 besar anime di US dan Jepang sndiri gulung tikar akibat rugi besar2an.. Jujur saja, untuk orang yg disposable income-nya tdk trlalu berlebihan, kalo ada yg gratis dgn kualitas hampir sama, knapa harus beli?? Well, tentu saja ada konsekuensi yg harus masing2 kita telaah..
Ttg pendapat aku secara pribadi, anime sndiri menarik krn.. sekedar menarik.. Ada sisi lain kehidupan dan perasaan manusia yg di-expose anime.. Kualitas animasi dan jalan ceritanya betul-betul ‘transcend boundary’. Tema yg biasanya di-provide anime mngkin memberikan suatu hiburan tersendiri bagi kita pada umumnya, mungkin sudah nature manusia dan nature feeling kita yg begitu.. sudah ‘dari sononya’ kalo kata orang Eropa (dan orang Jawa tentunya)… Melihat anime spt melihat kehidupan manusia dari sisi lain, dari perspektif yg lain, dari suatu situasi yg mungkin tidak begitu real, tp masuk akal.. Ada feeling tersendiri yg aku rasain kalo liat anime.. yg tentunya ckp berbeda dari nonton film2 biasa.. Mungkin spt kata Marshall McLuhan : ‘the medium is the message’, bagaimana suatu cerita disampaikan, melalui apa kita mengerti suatu cerita berpengaruh terhadap persepsi kita terhadap suatu kejadian.. Gaya cerita, kualitas artistik anime yg cukup unique indeed ‘tell a story from a different perspective’.
Essentially, aku skedar enjoy watching anime.. para psikolog boleh berkata, argue, assert dari berbagai sudut pandang tentang ke-universalan karakterisasi anime, behaviour yg di-display karakter2 anime sehingga membuat kita jadi seneng nonton, tp..well… aku seneng nonton… cewenya cakep2, cowonya cukup OK, ceritanya luar biasa, kualitas animasinya unik.. simple as that.. Gimana mnurut u??