jump to navigation

Sehitam Lumpur Lapindo… November 18, 2007

Posted by GuZz-LeoN in Uncategorized.
add a comment

Penulis tinggal di Sidoarjo… Ya, Sidoarjo yg konon terkenal dgn krupuk udangnya, Sidoarjo yg konon terkenal dgn bandeng asapnya.. dan yg kebetulan belakangan ini terkenal dgn ‘objek wisatanya’. Penulis teringat dgn sebuah perbincangan dgn salah seorang teman di S’pore. Singkat kata, kalimat berikut ini muncul dlm pembicaraan : ‘Oh, Sidoarjo yg ada danau lumpurnya itu ya..’ Well, memang betul, Sidoarjo skrg terkenal dgn objek wisatanya di kalangan dunia internasional, objek wisata yg bernama ‘danau lumpur Lapindo’

Sejak keluarnya lumpur kurang lebih 1.5 tahun yg lalu, sudah banyak nyawa yg dikorbankan sia2, harta yg dibuang percuma, jiwa, keringat dan air mata yg dikucurkan tanpa tujuan. Alam seakan menghukum manusia yg konon terlalu serakah mencari kekayaan, menambah penderitaan kita sampai pada taraf yg tak terbayangkan lagi.. Sebagai manusia yg waras, sudah sepatutnya kita prihatin, ngelus dada, dgn korban2 lumpur Lapindo yg terlantar, yg kalau penulis boleh membandingkan, hidup dalam ‘kandang hewan’.

Lumpur Lapindo ibarat Bengawan Solo, ‘mengalir sampai jauh’. Dengan debit yg mencapai 150,000 meter kubik perhari, tentu tdk heran masyarakat dibuat kalang kabut. Setelah instruksi presiden untuk mengalirkan lumpur ke kali Porong, kedalaman kali Porong menyusut hingga tinggal 1 meter, belum lagi ditambah endapannya yg mencemarkan tambak2 di sekitarnya. Makhluk hidup dikorbankan, alam dirusak. Ini tdk ubahnya spt ‘merusak alam untuk membenahi bencana alam’.

Siapa yg bertanggung jawab?? PT. Lapindo seakan lepas tangan. Uang ganti rugi belum terbayar. Orang2 kaya dan berada bersenang2 di atas penderitaan rakyat biasa. Semua pihak ramai2 cuci tangan di atas lumpur yg hitam. Lumpur yg kelam seakan menggelapkan hati dan perasaan sebagian orang. Berbagai pihak beranggapan bahwa pemilik lumpur Lapindo dapat dituntut secara perdata, meskipun blm banyak bukti2 pelanggaran tindak pidana. Tapi, well… sekali lagi kita perlu mengingat betapa indah dan uniknya negara Indonesia kita tercinta. Bencana ini terjadi di Indonesia, jelas hukumnya hukum Indonesia, orangnya orang Indonesia, budayanya budaya Indonesia : ‘Mari kita membela yg bayar!’

Hal ini semakin diperburuk lagi dgn nature hukum itu sndiri. Hukum sangat peka terhadap kesalahan orang, tapi buta tuli terhadap kebaikan. Hukum boleh peka terhadap hilangnya uang, tp tidak peduli terhadap kebaikan seseorang yg atas kesadarannya membantu sesamanya yg kekurangan. Memang beginilah dunia..

Namun demikian, bantuan sudah dikucurkan oleh berbagai pihak. Namun tentu sdh menjadi rahasia umum kalau yg dibantu bukan rakyat miskin; pejabatnya yg dibantu! Ibarat tikus yg sudah kenyang terus-menerus diberi makan, entah kapan yg bersangkutan mati karena kekenyangan..

Pemerintah sudah menyiapkan beberapa masterplan untuk menghadapi kasus terburuk.. Kita sbg masyarakat awam hanya bs berharap. Pemerintah boleh menyiapkan dan terus bersiap2, tapi siap dan betul2 dilakukan adalah 2 hal yg sama sekali berbeda..  Akankah ‘mud volcano’ ini menenggelamkan Porong dan sekitarnya?? Tidak ada yg tahu. Setelah berbagai spekulasi menyebutkan bahwa lumpur akan berhenti dalam beberapa bulan hingga beberapa puluh tahun mendatang, pada akhirnya tidak ada seorangpun yg bisa memprediksi rancangan alam. Let nature takes its course.. Semua tergantung yg di atas.

Kita semua sebagai manusia bisa dikatakan hidup dalam lumpur yg hitam, gelap, pekat. Masing2 punya masalahnya sendiri2. Adalah sebuah pernyataan yg sama sekali salah dan tidak berdasar jika kita menganggap anak SD atau TK sekalipun tdk mempunyai masalah apa2, bahwa masalah kita adalah masalah yg lebih besar dari masalah orang lain. Mungkin sudah sepatutnya kita berkaca..

Lumpur. Hitam. Pekat. Sudah sepekat lumpurkah hati dan perasaan manusia? Mungkin bencana lumpur ini boleh kita jadikan suatu pelajaran. Mari kita menengok betapa beruntungnya kita yg bs makan 3 kali sehari dan membuang sisanya ke tempat sampah, betapa bahagianya kita yg bs tidur di atas kasur spring bed kemudian mengeluh sakit punggung, betapa senangnya kt mendapat handphone model terbaru sambil mengeluh betapa ketinggalan jamannya handphone kita beberapa bulan kemudian. Sudah saatnya kita membuka mata. Sudah saatnya para pejabat membuka mata hati. Jangan biarkan lumpur yg hitam membutakan hati kita semua.

No man is an island. Kita tidak hidup sendiri. Marilah dalam waktu luang, kita sisihkan sebagian waktu kita untuk bercermin, untuk menyadari betapa singkatnya hidup kita ini,  semuanya tergantung kita masing2 utk membuat hidup kita menjadi sesuatu yg bermakna, untuk meninggalkan jejak kita di dunia, dan di dalam kehidupan orang lain di sekitar kita.

Kita perlu sadar bahwa kekayaan hanya sementara. Kita perlu membuka mata akan apa yg terjadi di sekitar kita. Jgn biarkan lumpur yg kelam meresap dalam jiwa kita masing2.

Dan pada akhirnya, cintailah alam sekitar kita. Alam bukan tanpa batas. Sekali waktu ia marah. Seperti kata Ebiet G. Ade dalam lagunya : ‘Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yg selalu salah dan bangga akan dosa2. Mungkin alam mulai enggan melihat sikap kita. Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.’
Seperti apakan dunia kita di masa mendatang? Seperti apakah Sidoarjo beberapa puluh tahun lagi? Manusia perlu berusaha, kita perlu membenahi diri, tapi segala sesuatunya tergantung pada Tuhan, kita hanya bs bertanya pada rumput yg bergoyang..

Cabut… November 17, 2007

Posted by GuZz-LeoN in Uncategorized.
add a comment

Yup,.. untuk smntara, penulis cabut dulu ke Genting, M’sia bareng2 bbrp tmn penulis, sblm balik ke Indo jumat dpn.. Smoga menjadi perjalanan yg menyenangkan, bermakna, sekaligus me-relax-kan pikiran.. Stlh 1 tahun lamanya belajar spt org gila, tentunya kt perlu relax dikit2…

Yah, kyknya kali ini ngga bnyk yg bs dibicarakan lg.. Cm penulis teringat sama tmn2 yg scholarship-nya lg di ujung tanduk… ya smoga smuanya aman2+baek2 aja.. Bagi yg dlm probation, dll., jgn keburu patah semangat.. Segitu aja deh, jiayou buat smuanya, gudluck, all the best buat days to come… smoga taun dpn jd taun yg lbh baek buat kt smua… yg sama2 bakal take A-Level Exam..

GodBless
-Adios